Kamis, 05 September 2013

Fokus, Konsisten dan Percayalah!!!

Kadang saya suka bingung kalau ada yang bertanya bagaimana cara/tips agar dagangan kita laris manis terus. Karena bukan cuma satu atau dua orang saja yang pernah bertanya hal yang sama, sms, BBM, inbox facebook, dll.. banyak yang bertanya tentang hal yang sama, konsultasi mungkin ya bahasa kerennya hahaa... Bingung jawabnya.. Kok bisa? Iya, karena dagangan saya sendiri pun tidak selalu laris manis. Sering saya ngelapak, dan pulang dengan hasil NOL alias gak laku sama sekali.. Hihii..
Saya juga pernah galau ketika orderan sepi, ketika Ibu-ibu asisten banyak yang nganggur, ketika tagihan-tagihan berdatangan untuk dilunasi, kasian ya.. hihi..

Tetapi sesama crafter, sesama pedagang, sesama manusia yang berusaha menjemput rizki, kita tetap harus berbagi. Kalau tidak bisa berbagi uang atau modal dan sejenisnya, setidaknya kita bisa berbagi semangat, berbagi harapan, berbagi aura positif. Paling yang bisa saya sarankan kerja keras, telaten, jangan mudah putus asa,berdoa, dan PERCAYA. Klasik ya? Tapi memang itulah yang selama ini saya terapkan pada diri saya. Kerja keras, meminimalisir rasa malas, jangan berlama-lama menyerah, segera bangkit lagi ketika jatuh/terpuruk, dan PERCAYA. Percaya Alloh pasti 'melihat' kerja keras saya. Percaya Alloh pasti 'mendengar' doa-doa saya. Percaya bahwa anak-anak saya berhak memiliki masa depan yang jauh lebih baik dari kedua orangtuanya.

Yah beginilah hidup.., tidak semua yang kita harapkan bisa terwujud. Beginilah pedagang, ada kalanya rame, ada kalanya sepi. Yang bisa kita lakukan sebagai manusia adalah terus berusaha, hasilnya serahkan kepada Sang Pemberi Hidup :).

Kok kelihatannya orderan Maharani Craft banyak terus yaa??? Bagi tipsnya donk..

Kalau dibilang banyak terus diaminkan saja, tapi Alhamdulillah selalu ada saja. Biasanya di awal tahun (bulan Januari), hawa-hawa Ramadhan sudah berasa, list orderan Toples Flanel dkk sudah lumayan banyak yag masuk, puncaknya di bulan Ramadhan. Sebulan setelah lebaran biasanya kita agak nyantai dulu, karena kebiasaan setelah lebaran adalah orang-orang duitnya habis untuk kepentingan mudik dan lebaran, termasuk saya, hahaaa... Sehabis lebaran biasanya musimnya orang ngadain pernikahan, ambil peluang itu untuk bikin souvenir-souvenir flanel lucu, habis musim nikah tiba saat Natal, orderan bertema natal pun berdatangan sampai akhir tahun, dan tau-tau ketemu Januari lagi, persiapan order Ramadhan lagi :). Intinya sih pinter-pinter nyari peluang aja sih, betul?? :)

Sejujurnya sih saya tidak terlalu peduli mau disebut crafter atau pedagang, toh itu hanya label dari manusia saja, yang penting saya tidak merugikan orang lain dan produk yang saya hasilkan adalah karya saya sendiri, terinspirasi adalah wajar, yang penting tidak sama plek, di setiap produk saya pasti ada ciri khas saya. Tapi marilah sejenak kita sok-sokan belagak menjadi seorang crafter. Seorang crafter sejati idealnya pasti menginginkan mempunyai galeri hasil karyanya sendiri, pengen bisa membuat semua kerajinan ini itu sendiri dan mendapat pengakuan. Ego seorang crafter, sangat manusiawi. Saya pun pernah berada di tahap itu. Pengen punya galeri sendiri, yang didalamnya adalah hasil karya saya sendiri, semua kerajinan mulai dari flanel, clay, rajut, sulam, okeey saya pengen dikenal sebagai crafter yang serba bisa. Yuhuu..

Dan ikutlah saya kursus merajut di dekat rumah kontrakan kami yang lama, itu sekitar tahun 2011. Hanya ikut 1-2 kali pertemuan saja, dan tidak ada satupun produk jadinya, hasilnya adalah saya bisa merajut pola yang seperti rantai, itu saja.. Hahaa.. Karena saya memang harus memilih flanel atau rajut, kalau flanel setidaknya saya sudah seperempat jalan, kalau mau rajut maka saya harus memulai dari nol, yang artinya saya harus mengalami kembali masa-masa perjuangan di awal merintis flanel, sementara flanelpun saya belum seberapa maju. Melipir lagi, akhirnya disimpanlah dengan rapih itu haken dan benang rajut aneka warna :D.

Lalu ketika ada tayangan di TV tentang bikin kerajinan dari roti tawar yang sudah jamuran, mimpi pengen punya 'galeri' kembali muncul. Tapi ya gitu, gak sempat-sempat karena memang harus memilih flanel yang sudah setengah jalan atau kerajinan baru yang mulai dari nol.

Dan sekarang saya baru menyadari betapa pentingnya 'fokus' dan 'konsisten' itu (dalam bisnis lho ya). Maharani craft dikenal dari flanelnya, dari dulu sampai sekarang. Sampai di posisi sekarang pun juga karena flanelnya, pelatihan flanel, produk flanel, dan sekarang mulai jualan bahan-bahan kerajinan flanel. Coba bayangkan kalau waktu itu saya nekat nerusin belajar rajut, sementara produk flanel saya juga masih ecek-ecek? Mungkin Maharani Craft tidak akan seperti sekarang.

Bahkan kalau dipikir-pikir, kerajinan flanel saja masih banyak yang bisa saya explore, masih banyak yang harus saya pelajari. Jadi, saya pikir saya lebih baik fokus saja deh.. hehe..

Tapi jangan salah, ada juga orang yang bisa bikin semua kerajinan, tapi biasanya bukan untuk tujuan komersil. InsyaAlloh tahun 2011 akhir saya pernah memberi pelatihan privat, saya diundang ke rumahnya hanya untuk 'ngajarin' satu orang bikin kotak tisu dari flanel. Beliau ini manajer di salah satu perusahaan besar, dirumahnya ada banyak pajangan kerajinan, mulai dari clay, kerajinan flanel sederhana, boneka-boneka rajut, buku-buku tentang kerajinan. 'Wah bu.. saya saja gak punya', kata saya waktu itu. Hahaa.. Beliau bilang beliau memang hobi bikin aneka kerajinan, dan sekarang sedang penasaran dengan flanel. Tapi hanya sekedar hobi, bukan untuk komersil. Dan pulangnya saya malah dibekali beberapa DIY bikin pouch dan tas sederhana dari flanel, yang sampai sekarang belum saya coba :D

Kalau untuk 'dibisnisin' saran saya sih lebih baik fokus, kontinyu, konsisten.. apalagi untuk yang merintis dari nol seperti saya. Sangat berisiko kalau mau semua berjalan dalam satu waktu, terutama dari segi modal. Dimana-mana honor dokter ahli lebih mahal daripada dokter umum :)

Mempunyai 'galeri' semua produk kerajinan made by Maharani Craft masih menjadi mimpi saya, hanya mungkin belum dalam waktu dekat. Sementara ini saya masih akan membuktikan seberapa jauh sih saya bisa 'terbang' bersama 'flanel', seberapa besar saya bisa berguna bagi lingkungan saya lewat kerajinan flanel ini. Tapi saya akan selalu percaya, suatu saat mimpi saya itu akan terwujud. Kamu juga harus percaya pada mimpimu ya..  ^_^



Semoga bermanfaat... :)

Rabu, 04 September 2013

Lapak Baru Produk Flanel Maharani Craft

Setelah membuat website resmi berbayar di http://tokoflanelmaharani.com , baru keingetan kalau punya web gratisan dari program pemerintah yang kalau tidak salah bekerja sama dengan google dalam rangka 'UKM Go Online'. Gratisnya untuk satu tahun, dan untuk tahun berikutnya akan dikenakan biaya. Tahun ini saya dapat email yag berisi tagihan untuk membayar biaya web tersebut selama satu tahun kedepan, berarti ini adalah tahun kedua saya menggunakan www.maharanicraft.web.id sebagai web resmi Maharani Craft. Meskipun jujur saja selama ini, web yang satu itu jarang diurusin hehee.. 
Tapi Insya Alloh, mulai tahun ini web ini akan lebih dioptimalkan fungsinya. Web TFM insyaAlloh akan difokuskan untuk menjual bahan kerajinan flanel saja, dan untuk produknya diarahkan ke www.maharanicraft.web.id.

Tentu saja semuanya butuh proses, karena untuk sementara hanya saya dan suami saja yang mengelola dua web tersebut, plus facebook, plus BBM, plus customer yag datang kerumah, harap maklum saja ya kalau kadang ada kalanya responnya lambat atau lambat dalam update foto maupun harga.

Jangan lupa ya, kalau mau belanja-belanji produk Maharani Craft silahkan mampir ke web kami. Makasiiii.. ^_^

Jumat, 16 Agustus 2013

Gelar Sarjana Penting, Tapiii Gelar Dagangan Jauh Lebih Penting ^_^

Sering dengar statement seperti itu, apalagi di komunitas-komunitas pengusaha pasti 'yel-yel' ini tidak asing lagi. Sebagai seorang yang bukan sarjana, jujur statement ini sangat 'membantu' memacu semangat hahaa...
Lulus SMA, tentunya seperti teman-teman satu geng saya yang lain sayapun pengen duduk di bagku kuliah, jadi mahasiswi. Tapi berhubung kondisi ekonomi keluarga (orang tua) yang tidak memungkinkan ditambah otak yang tidak terlalu encer :D, kalau pengen kuliah ya saya harus bisa membiayai kuliah saya sendiri, bekerja.
Akhirnya pergilah saya ke Jakarta, tinggal bersama Pakpuh dan Budhe saya, merantau..

Tekad saya bulat, demi bisa kuliah..
Saya pernah bekerja di tempat pensortiran plastik bekas botol air mineral, upahnya borongan, sangat tidak mudah. Tapi saya tidak mau menganggur, saya ingin bekerja, apapun asal halal, demi bisa kuliah, supaya bisa mendapat pekerjaan yang lebih baik setelah kuliah, membiayai adik-adik saya, membahagiakan Ibu saya.
Jadi admin di perusahaan kontraktor, jadi pedagang MLM :), magang di perusahaan multinasional, sampai akhirnya benar-benar kesampaian bisa kuliah, meski hanya kuliah Sabtu-Minggu, karena di hari kerja saya harus bekerja, kalau tidak bekerja darimana saya dapat uang untuk membiayai kuliah saya?

Tapi pada akhirnya saya memang harus memilih, kuliah sambil kerja sangat memerlukan tenaga ekstra, apalagi akhirnya saya memutuskan untuk menikah muda. Di semester ke empat saya memutuskan mundur kuliah. Sayang yaa?? Tapi itulah pilihan, pilihan saya sendiri..

Sampai akhirnya saya berwirausaha seperti sekarang. Bidang pekerjaan yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya, jahit-menjahit :). Bersama suami kami bangun usaha ini dari NOL, berdarah-darah, kami berusaha mandiri, segala sesuatunya kami usahakan sendiri. Meski sekarang posisi kami belum mapan-mapan amat, setidaknya kami bisa mandiri, Insya Allah.

Pengalaman adalah guru yang paling baik. Saya bersyukur atas apapun yang pernah terjadi dalam hidup saya. Yang menentukan nasib saya kedepannya  bukan orang lain, melainkan diri saya sendiri. Saya tidak bisa dan tidak akan menyalahkan orang lain atas hal-hal yang kurang menyenangkan yang pernah saya alami, karena inilah hidup.

Meskipun saya bukan sarjana, tapi saya bisa berguna setidaknya bagi diri saya sendiri dulu. Jadi buat kalian yang sarjana, harus bisa lebih dari saya, jadilah berguna.. apa saja..
Ilmu bisa kita dapat dari mana saja. Meski saya bukan sarjana, semoga saya bisa menyekolahkan anak-anak saya setinggi-tingginya sesuai minat dan bakatnya, bukan untuk mencari kerja.. karena orang berilmu tidak akan mencari melainkan dicari. Tuntutlah ilmu, meski satu tapi mendalam, bukan banyak tapi hanya dipermukaan. Insya Allah.

Sekian curhatannya, semoga bermanfaat ^_^



Pelatihan/ Kursus Flanel Tanggal 1 September 2013

Teman-teman, kursus flanel dibuka lagi ya... bagi yang berminat langsung daftar ya, kuota terbatas maksimal untuk 5 peserta.

Pelatihan/ Kursus Membuat Cover Tisu Rainbow

Hari : Minggu, 1 September 2013
Waktu : Pkl. 13.00-16.30
Tempat : Perum. Graha Asri, Jl. Cisaggiri 4a Blok S10 No. 9, Jababeka Cikarang.
Invetasi : IDR 250.000

Transfer ke Bank Mandiri Acc No. 156.00.0494385-0 a.n. Fariska Maharani, Terbatas hanya untuk 5 peserta. Bagi yang sudah transfer konfirmasi ke 089602708781 atau BBM : 29205888. Semua bahan dan peralatan sudah tersedia kecuali gunting bawa sendiri dari rumah yaa... Hasil pelatihan boleh dibawa pulang :)

Hanya yang sudah transfer saja yang kami masukkan ke list peserta. Terimakasih, dan sampai jumpa ditempat pelatihan ^_^

Kamis, 15 Agustus 2013

Liputan Toples Flanel Maharani Craft di DAAI TV

Pertengahan Ramadhan kemarin Maharani Craft diberi kesempatan untuk diliput oleh DAAI TV, untuk program Mata Hati, Alhamdulillaah ^_^. DAAI TV merupakan TV lokal Jakarta yang lebih memfokuskan program-programnya untuk tujuan sosial, untuk Maharani Craft sendiri yang disoroti lebih pada pemberdayaan masyarakatnya. 

Berikut beberapa gambar yang sempat didokumentasikan : 











Asisten yang terdiri dari para tetangga sekitar sebenarnya ada 12 orang, tetapi karena tempatnya yang terlalu 'luas' hanya cukup menampung beberapa orang saja :D












Tayangan lengkapnya bisa dilihat disini ^__^

Semoga bermanfaat :)

Kamis, 25 Juli 2013

Si Pinky Yang Girly ^_^

Akhirnya selesai sudah saya membuat set lengkap toples dan kotak tisu flanel seri pink. Cukup lama juga si toples pinky ini mejeng sendiri tanpa kotak tisu :D, gak seperti teman-temannya yang lain.. hihi..


Toples Flanel edisi pink ini masuk ke dalam deretan toples best seller di Maharani Craft. 



Ini paket toples seri pink yang sudah dilengkapi dengan kotak tisu, lucu kan? ^_^
Cocok untuk gift atau souvenir untuk orang terkasih. Toples terbuat dari plastik (bukan mika) merk athena ukuran 1/2kg dan kotak tisu merk sunlife ukuran besar.

Mau memiliki atau memasarkannya? Hubungi 089602708781 (sms only) atau BBM 29205888, bergabunglah bersama Agen dan Reseller Maharani Craft yang tersebar di seluruh Indonesia.

Jumat, 28 Juni 2013

Menentukan Upah Borongan Asisten ala Maharani Craft

Baca judulnya kayaknya 'berat' banget yaa... hihi.. tapi gak, saya gak akan ngomongin yang 'berat-berat'nya. Hanya akan share pengalaman selama 3 tahun berbagi rizki dengan beberapa asisten jahit, yang sampai saat ini pun saya masih dan akan terus belajar.

Memiliki asisten ibarat punya karyawan -- yang dulu ketika belum punya-- menurut saya sangat WOW. Kagum dengan orang-orang yang bidangnya tidak jauh dengan saya bisa memiliki asisten borongan yang jumlahnya banyak. Berasa keren dan jadi bos yaa.. haha..

Tapii..setelah saya mengalami sendiri, ternyata gak begitu rasanya ya.. rasanya biasa saja, karena menyadari antara saya dan asisten ini saling membutuhkan. Merasakan gimana keteteran orderan ketika asisten lagi berhalangan bantuin. Asisten adalah partner dan teman kerja. Asisten juga manusia. Mereka punya masalah dan 'kehidupan' sendiri juga. Jadi pendekatan secara personal juga penting menurut saya, bukan semata-mata upah. Bagaimana pentingnya menanamkan kepada asisten, bahwa Maharani Craft itu 'kita', bukan 'saya' atau 'kamu' :)

Bagaimana cara menetapkan kisaran upah borongannya?
Itung-itungan itu perlu, kita tetap harus realistis karena ini adalah bisnis. Bisnis itu kalau tidak untung ya rugi, tapi kalau rugi terus-menerus mungkin perlu dipertimbangkan kembali.

Dalam menentukan upah biasanya saya kembalikan ke diri saya dulu, kalau kira-kira saya ngerjain -tarohlah stroberi- memerlukan waktu berapa lama dan seberapa tingkat kesulitannya, dan kalau saya jadi asisten kira-kira mau gak ya dikasih upah sekian. Biasanya kalau upahnya tidak sepadan, asisten juga gak akan mau ngerjain. Upah yang pantas tetapi juga harus rasional. Alhamdulillah selama ini belum pernah ada complain sih dari asisten :)

Sekedar sharing saja, kisaran upah untuk topping antara 200-500/pcs. Rp 200 itu untuk aplikasi yang paling mudah seperti bakpao, astor, dan cream 1 lapis. Untuk boneka-boneka yang rumit lebih dari Rp 500/pc, semakin besar semakin tinggi harganya.
Untuk aneka produk utama seperti toples dan tisu box harga berkisar 1.200-5.000//pcs.
Tidak ada itungan baku dengan rumus-rumus yang bikin pening kepala. Yang penting semua upah (termasuk upah kita sebagai penemu ide) juga dimasukkan kedalam harga jual bersama biaya bahan dan transport.

Dulu ketika sistemnya belum sesolid sekarang, kalau asisten pada telat setor karena berbagai alasan, sempat juga sih terpikir untuk ambil dari crafter yang produksi topping, secara kalau dipikir-pikir kita tinggal terima beres, harga pada saat itu gak jauh beda dengan upah borongan sedangkan bahan dan semuanya dari mereka, kalau ada yang NG (Not Good) tinggal complain, pokoknya terima beres.. menggiurkan bukan? :)

Tapii setelah dipikir-pikir kembali, menurut saya sifat 'menguntungkan' untuk jangka panjangnya tidak banyak jika saya memilih menggunakan cara itu.

Pertama, topping-topping saya akan sangat memungkinkan sekali dipunyai oleh pembuat-pembuat toples lain, yang artinya toples saya jadi pasaran. Sedangkan jika kita punya asisten sendiri, kita bisa request apa yang kita mau, mau dibesarin/dikecilin suka-suka kita dan itu ekslusif karya kita dan tim. Yang lain boleh nyontek baik dari segi bentuk dan peletakan topping, tapi tetap saja masternya ada di kita, dan hasil tangan setiap orang berbeda.

Kedua, Ibu-ibu asisten akan kembali menjadi pengangguran. Kita hidup di dunia ini mau ngapain lagi sih, kayaknya kok gak berguna banget sih saya hidup kalau gak bermanfaat bagi orang lain (selain keluarga). Sementara saya (dan suami) mempunyai 'sesuatu' yang bisa saya (dan suami) bagi ke lingkungan sekitar. Jika bisa maju bersama lingkungan sekitar kita, bukankah itu lebih baik lagi. Membangun sosialisasi, relasi, dan mempererat silaturrahim. :)

Alhamdulillah, banyak Ibu-ibu di sekitaran rumah yang tadinya hanya main 'ngemong' anak, sekarang bisa menghasilkan, 'lumayan untuk tambah-tambah uang jajan anak' mereka bilang.

Semoga bermanfaat :)