Jumat, 16 Agustus 2013

Gelar Sarjana Penting, Tapiii Gelar Dagangan Jauh Lebih Penting ^_^

Sering dengar statement seperti itu, apalagi di komunitas-komunitas pengusaha pasti 'yel-yel' ini tidak asing lagi. Sebagai seorang yang bukan sarjana, jujur statement ini sangat 'membantu' memacu semangat hahaa...
Lulus SMA, tentunya seperti teman-teman satu geng saya yang lain sayapun pengen duduk di bagku kuliah, jadi mahasiswi. Tapi berhubung kondisi ekonomi keluarga (orang tua) yang tidak memungkinkan ditambah otak yang tidak terlalu encer :D, kalau pengen kuliah ya saya harus bisa membiayai kuliah saya sendiri, bekerja.
Akhirnya pergilah saya ke Jakarta, tinggal bersama Pakpuh dan Budhe saya, merantau..

Tekad saya bulat, demi bisa kuliah..
Saya pernah bekerja di tempat pensortiran plastik bekas botol air mineral, upahnya borongan, sangat tidak mudah. Tapi saya tidak mau menganggur, saya ingin bekerja, apapun asal halal, demi bisa kuliah, supaya bisa mendapat pekerjaan yang lebih baik setelah kuliah, membiayai adik-adik saya, membahagiakan Ibu saya.
Jadi admin di perusahaan kontraktor, jadi pedagang MLM :), magang di perusahaan multinasional, sampai akhirnya benar-benar kesampaian bisa kuliah, meski hanya kuliah Sabtu-Minggu, karena di hari kerja saya harus bekerja, kalau tidak bekerja darimana saya dapat uang untuk membiayai kuliah saya?

Tapi pada akhirnya saya memang harus memilih, kuliah sambil kerja sangat memerlukan tenaga ekstra, apalagi akhirnya saya memutuskan untuk menikah muda. Di semester ke empat saya memutuskan mundur kuliah. Sayang yaa?? Tapi itulah pilihan, pilihan saya sendiri..

Sampai akhirnya saya berwirausaha seperti sekarang. Bidang pekerjaan yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya, jahit-menjahit :). Bersama suami kami bangun usaha ini dari NOL, berdarah-darah, kami berusaha mandiri, segala sesuatunya kami usahakan sendiri. Meski sekarang posisi kami belum mapan-mapan amat, setidaknya kami bisa mandiri, Insya Allah.

Pengalaman adalah guru yang paling baik. Saya bersyukur atas apapun yang pernah terjadi dalam hidup saya. Yang menentukan nasib saya kedepannya  bukan orang lain, melainkan diri saya sendiri. Saya tidak bisa dan tidak akan menyalahkan orang lain atas hal-hal yang kurang menyenangkan yang pernah saya alami, karena inilah hidup.

Meskipun saya bukan sarjana, tapi saya bisa berguna setidaknya bagi diri saya sendiri dulu. Jadi buat kalian yang sarjana, harus bisa lebih dari saya, jadilah berguna.. apa saja..
Ilmu bisa kita dapat dari mana saja. Meski saya bukan sarjana, semoga saya bisa menyekolahkan anak-anak saya setinggi-tingginya sesuai minat dan bakatnya, bukan untuk mencari kerja.. karena orang berilmu tidak akan mencari melainkan dicari. Tuntutlah ilmu, meski satu tapi mendalam, bukan banyak tapi hanya dipermukaan. Insya Allah.

Sekian curhatannya, semoga bermanfaat ^_^



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar